MEDIA AN NUUR─Doa adalah kekuatan besar yang dimiliki setiap Muslim. Bukan sekadar rangkaian kata, doa adalah bentuk ketundukan, harapan, dan keyakinan seorang hamba kepada Rabbnya. Rasulullah ﷺ bahkan menyebut doa sebagai senjata dan benteng bagi kaum beriman
الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ، وَعِمَادُ الدِّينِ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
"Doa adalah senjata bagi orang beriman, tiang agama, dan cahaya bagi langit serta bumi." (HR. Hakim).
Dalam kehidupan, kita menghadapi banyak tantangan, ujian, dan cobaan. Namun, dengan doa, seorang Muslim memiliki benteng pertahanan yang kuat. Allah ﷻ tidak pernah menolak doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
Salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada kita adalah bulan Ramadan, bulan yang penuh keberkahan, terutama dalam hal dikabulkannya doa.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
"Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 186)
![]() |
Kultum Tarawih oleh Muhammad Archam Syahrian |
Ayat ini datang di tengah pembahasan tentang Ramadan dan puasa, menunjukkan bahwa doa di bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri. Di antara waktu-waktu mustajab di bulan Ramadan adalah saat berbuka puasa.
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi).
Kemudian adalah ketika berjumpa malam lailatulqadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini adalah salah satu waktu paling istimewa untuk berdoa. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa khusus untuk malam ini:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi).
Waktu mustajab untuk berdoa selanjutnya adalah pada sepertiga malam terakhir.
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, pasti Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, pasti Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni.’” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa Allah begitu dekat dengan hamba-Nya dan memberikan kesempatan istimewa bagi siapa saja yang ingin berdoa dan memohon ampunan.
Para salafus shalih, termasuk Rasulullah ﷺ sendiri, begitu serius dalam memanfaatkan 10 hari terakhir Ramadan. Ini adalah contoh bagaimana kita seharusnya tidak menyia-nyiakan waktu mustajab di bulan Ramadan.
Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan, dan doa adalah kunci untuk meraih rahmat-Nya. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas ini. Mari kita maksimalkan doa di waktu-waktu mustajab, memohon segala kebaikan dunia dan akhirat. Semoga Allah menerima setiap doa kita.
Kultum Tarawih di Masjid An Nuur Sidowayah pada 25 Maret 2025, disampaikan oleh Muhammad Archam Syahrian, santri Ponpes Qoryatul Qur'an asal Manang, Grogol, Sukoharjo, yang melaksanakan Iktikaf Ramadan 1446 H