NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE104

Puasa Saat Safar

MEDIA AN NUUR─Allah menegaskan bahwa Islam adalah agama yang penuh toleransi dan selalu mengutamakan kemaslahatan umat. Bahkan dalam ibadah, Islam melarang sikap berlebih-lebihan yang justru bisa menyulitkan diri sendiri. Oleh karena itu, Allah memberikan rukhsah (keringanan) bagi orang-orang yang berhalangan dalam menjalankan ibadah tertentu.

Fauzan
Ustaz Fauzan sampaikan materi rukhsah puasa

Dalam puasa, rukhsah ini diberikan kepada mereka yang sedang safar (bepergian), sakit, atau dalam kondisi yang bisa membahayakan diri mereka jika tetap berpuasa. Jika dalam keadaan demikian seseorang tetap memaksakan diri untuk berpuasa hingga membahayakan kesehatannya, maka justru hukumnya bisa menjadi haram.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: "كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَرَأَى زِحَامًا وَرَجُلًا قَدْ ظُلِّلَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ فَقَالُوا: صَائِمٌ، فَقَالَ: لَيْسَ مِنَ الْبِرِّ الصِّيَامُ فِي السَّفَرِ."

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ sedang dalam perjalanan, lalu beliau melihat ada kerumunan orang dan seorang lelaki yang diberi pelindung dari panas. Maka beliau bertanya, ‘Apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Dia sedang berpuasa.’ Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Bukan bagian dari kebaikan berpuasa dalam safar’." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa jika puasa menyebabkan kesulitan dalam perjalanan, maka lebih baik tidak berpuasa. Namun, jika seseorang mampu dan tidak merasa berat, maka tetap diperbolehkan untuk berpuasa saat safar.

Dari sini kita memahami bahwa Islam tidak menuntut seseorang untuk beribadah dengan cara yang menyulitkan dirinya sendiri. Justru, Islam memberikan kemudahan dan keringanan, agar ibadah tetap bisa dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanpa membahayakan diri.

Wallahu a'lam bis shawab.

Kultum Tarawih di Masjid An Nuur Sidowayah pada 18 Maret 2025 (18 Ramadan 1446 H) disampaikan oleh Ustaz Fauzan Abu Darda.

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822