MEDIA AN NUUR─Alhamdulillah, kita telah diberi kesempatan oleh Allah untuk menyelesaikan bulan Ramadan dengan penuh ibadah. Salat tarawih, puasa, infak, dan berbagai amal kebaikan telah kita lakukan selama 30 hari penuh. Sebuah anugerah besar yang harus kita syukuri.
Namun, tantangan sebenarnya baru dimulai setelah Ramadan usai, yakni bagaimana kita mempertahankan iman dan menjaga amalan yang telah kita lakukan sepanjang bulan suci tersebut?
Allah mengingatkan bahwa iman tidak hanya sebatas pengakuan lisan, tetapi harus dihayati dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan. Banyak orang mengaku sebagai mukmin, padahal mereka baru sebatas Islam, belum mencapai tahap iman yang sejati. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa keimanan perlu dibuktikan dengan sikap dan perbuatan, bukan hanya pengakuan semata.
![]() |
Khotbah Idulfitri 1446 H oleh Ustaz Irfan Syuhudi, Lc |
Salah satu ujian terbesar setelah Ramadan adalah menjaga lisan. Nabi Muhammad ï·º bersabda bahwa ada seorang wanita yang rajin beribadah, namun karena lisannya tidak terjaga, maka tempatnya di neraka. Sebaliknya, ada wanita yang ibadahnya biasa saja, tetapi karena lisannya dijaga, ia mendapat surga. Ini menunjukkan bahwa pahala ibadah bisa rusak jika kita tidak menjaga perkataan.
Di akhirat nanti, ada yang disebut sebagai orang yang bangkrut, bukan karena hartanya habis, tetapi karena amal kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang pernah ia sakiti dengan lisannya. Betapa ruginya jika ibadah kita selama Ramadan lenyap hanya karena kita tidak mampu menjaga lisan dari menyakiti orang lain.
Iman dan adab ibarat sepasang sayap burung. Tanpa salah satunya, burung tidak akan bisa terbang. Begitu pula dengan ilmu, tidak akan bermanfaat tanpa akhlak dan adab yang baik. Jangan sampai bertahun-tahun kita mengumpulkan pahala, tetapi akhirnya hangus seperti api yang membakar kayu kering hanya karena kita tidak menjaga hubungan dengan sesama manusia.
Kejujuran dalam berinteraksi juga menjadi bagian dari iman. Jangan sampai kita terjebak dalam kebiasaan buruk seperti menipu dalam jual beli, mengurangi timbangan, atau berselisih hanya karena masalah duniawi seperti warisan.
Islam mengajarkan bahwa sesama muslim adalah saudara. Maka, ketika saudara kita di Palestina mengalami penderitaan akibat serangan Israel, kita juga merasakan pedihnya. Dukungan dan doa kita sangat mereka butuhkan.
Di hari Idulfitri, kita memiliki tradisi yang baik, yaitu saling memaafkan. Yang muda meminta maaf pada yang tua, anak-anak memohon ampun pada orang tua, dan istri meminta maaf pada suaminya. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi pengingat bahwa hubungan sesama manusia harus terus dijaga.
Bagi kaum wanita, menjaga aurat adalah bagian dari menjaga kehormatan. Rasulullah mengingatkan agar wanita mengulurkan jilbabnya, bukan hanya sebagai identitas, tetapi juga sebagai perlindungan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
![]() |
Salat Idulfitri 1446 di Masjid An Nuur Sidowayah |
Sebagai penutup, setelah Ramadan berakhir, ada amalan istimewa yang bisa kita lakukan, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadan kemudian melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun. Puasa ini bisa dilakukan secara berurutan atau diselang-seling sesuai kemampuan.
Semoga amal Ramadan kita diterima Allah. Semoga kita semua tetap istikamah dalam kebaikan dan terus menjaga iman serta lisan kita. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Mohon maaf lahir dan batin.
Ringkasan Khotbah Idulfitri 1446 H di Masjid An Nuur Sidowayah pada 31 Maret 2025 oleh Ustaz Irfan Syuhudi, Lc (PCIM Kerajaan Arab Saudi, LPHU PP Muhammadiyah)