NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE104

Kesombongan Iblis

MEDIA AN NUUR─Sebelum manusia diciptakan, Allah telah lebih dahulu menciptakan makhluk bernama jin. Dari kerak api yang bernama Syuman, jin pun tercipta. Makhluk ini memiliki sifat yang unik dan penuh misteri. Setelah diciptakan, bangsa jin mengajukan permintaan kepada Allah: mereka ingin bisa melihat tanpa bisa dilihat, memiliki umur yang panjang, serta kemampuan untuk menghilang. Allah pun mengabulkan permintaan mereka.

Sebagai makhluk yang lebih dahulu ada, jin mendapatkan tugas besar—mereka diperintahkan untuk menjadi pemimpin di bumi. Namun, alih-alih menjaga keseimbangan, mereka justru membuat kerusakan dan menumpahkan darah. Allah pun mengirimkan hukuman, menghancurkan kaum jin yang durhaka, meski sebagian kecil di antara mereka tetap taat.

Yasin Sayyid Abdulloh
Kultum Subuh oleh Yasin Sayyid Abdulloh

Di tengah perjalanan sejarah jin, lahirlah seorang makhluk dari golongan mereka yang bernama Azazil. Ia berbeda dari kebanyakan jin lainnya—taat kepada Allah, tekun beribadah, bahkan diangkat untuk memimpin para malaikat. Namun, kesombongan yang terpendam dalam dirinya kelak menjadi awal dari kehancurannya.

Allah kemudian menciptakan manusia. Tanah dari berbagai belahan bumi dikumpulkan untuk membentuk sosok pertama yang kelak dikenal sebagai Adam. Konon, bumi sempat enggan memberikan tanahnya ketika malaikat datang mengambilnya, seolah tahu bahwa dari tanah itu akan lahir makhluk yang bisa berbuat dosa. Namun, kehendak Allah tetap terlaksana.

Adam diciptakan, lalu Allah meniupkan ruh ke dalamnya dan mengajarinya berbagai ilmu pengetahuan. Ia menjadi makhluk yang tidak hanya memiliki bentuk fisik, tetapi juga kecerdasan. Setelah penciptaannya, Allah memerintahkan semua malaikat dan makhluk di langit untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan. Semua patuh, kecuali satu: Azazil.

Ia menolak bersujud. Baginya, Adam tidak layak dihormati. "Aku lebih baik darinya," katanya dengan angkuh. "Aku diciptakan dari api, sedangkan dia hanya dari tanah." Kesombongan itulah yang membuat Allah murka. Azazil yang dulu taat akhirnya terusir dari surga, dan sejak saat itu ia disebut sebagai Iblis.

Dari kisah ini, ada satu pelajaran besar yang bisa kita ambil: kesombongan adalah awal dari kehancuran. Iblis menjadi hina bukan karena asal penciptaannya, tetapi karena merasa dirinya lebih baik daripada makhluk lain. Sungguh, hanya Allah yang pantas memiliki kesombongan. Kita sebagai manusia harus selalu rendah hati dan menyadari bahwa kelebihan yang kita miliki hanyalah pemberian dari-Nya.

Kultum Subuh di Masjid An Nuur Sidowayah pada 26 Maret 2025, disampaikan oleh Yasin Sayyid Abdulloh, santri Ponpes Qoryatul Qur'an asal Sukoharjo, yang melaksanakan Iktikaf Ramadan 1446 H

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822