MEDIA AN NUUR─Tujuan berpuasa di bulan Ramadan adalah agar kaum mukmin menjadi bertakwa. Hakikat takwa telah dijelaskan oleh banyak sahabat Rasulullah ﷺ, termasuk Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka‘ab.
Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab pernah bertanya kepada Ubay bin Ka‘ab tentang makna takwa. Ubay menjawab dengan sebuah perumpamaan, "Wahai Amirul Mukminin, pernahkah engkau berjalan di jalan yang penuh dengan duri?"
Umar menjawab, "Ya, pernah." Ubay bertanya lagi, "Apa yang engkau lakukan?" Umar menjawab, "Aku menghindarinya dengan hati-hati, aku angkat pakaianku agar tidak terkena duri, dan aku berjalan dengan penuh kewaspadaan."
Maka Ubay berkata, "Itulah takwa."
![]() |
Ustaz Danuri menjelaskan tentang hakikat takwa |
Takwa diibaratkan seperti seseorang yang berjalan di jalan yang penuh duri. Ia harus selalu berhati-hati, memilih langkah dengan bijak, dan berusaha menghindari segala hal yang dapat membahayakan dirinya.
Dalam kehidupan, duri tersebut adalah dosa dan maksiat, sementara cara menghindarinya adalah dengan selalu mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Ubay bin Ka‘ab juga mendefinisikan takwa sebagai berikut: "Takwa adalah menaati Allah tanpa sedikit pun maksiat, selalu mengingat-Nya tanpa melupakan-Nya, serta bersyukur kepada-Nya tanpa mengingkari nikmat-Nya."
Makna menaati Allah tanpa maksiat berarti seorang mukmin harus senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Selalu mengingat-Nya tanpa melupakan-Nya menunjukkan pentingnya dzikir dan kesadaran akan keberadaan Allah dalam setiap aspek kehidupan.
Bersyukur tanpa mengingkari nikmat-Nya mengajarkan bahwa seorang yang bertakwa 44 menekankan sikap berhati-hati dalam menjalani hidup, penuh kesadaran akan dosa, serta senantiasa menaati Allah dengan keimanan yang teguh.
Takwa bukan sekadar konsep, tetapi sikap hidup yang tercermin dalam setiap tindakan seorang mukmin. Semoga kita semua bisa mengamalkan hakikat takwa ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita termasuk sukses menjalani puasa Ramadan.
Kultum Subuh di Masjid An Nuur Sidowayah pada 18 Maret 2025 (18 Ramadan 1446 H) disampaikan oleh Ustaz H. Danuri, M.Ag. (Ketua Ranting Muhammadiyah Ngreco)