NqpdMaBaMqp7NWxdLWR6LWtbNmMkyCYhADAsx6J=
MASIGNCLEANLITE104

Berandai-Andai yang Dilarang dan yang Diperbolehkan

MEDIA AN NUUR─Setelah sesuatu terjadi, sering kali muncul pikiran, "Seandainya saja aku melakukan ini, pasti hasilnya lebih baik." Kalimat seperti ini terdengar sepele, tetapi dalam Islam, berandai-andai atas sesuatu yang sudah terjadi bisa menjadi pintu bagi bisikan setan.

إِذَا أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا، كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

"Jika engkau tertimpa sesuatu, janganlah engkau mengatakan, 'Seandainya aku melakukan ini dan itu, pasti hasilnya akan lain.' Tetapi katakanlah, 'Ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.' Karena perkataan 'seandainya' dapat membuka pintu bagi setan." (HR. Muslim)

Penyesalan tanpa solusi hanya membuat hati semakin gelisah. Sementara, menerima takdir dengan ikhlas akan membawa ketenangan. Sebab, apa yang telah terjadi adalah kehendak Allah, dan setiap kejadian pasti ada hikmahnya.

Ridwan Nur Rohmad F
Kultum Tarawih oleh Ridwan Nur Rohmad Febriano

Namun, tidak semua bentuk berandai-andai dilarang. Jika seseorang berandai untuk kebaikan di masa depan, maka ini adalah bagian dari niat yang baik. Misalnya, seseorang berkata, "Andai saja aku memiliki banyak rezeki, aku akan menyedekahkannya lebih banyak." Jika niatnya tulus, ia akan tetap mendapatkan pahala meskipun belum mampu mewujudkannya.

Lalu, bagaimana mungkin seorang Muslim tidak bersedih dengan kepergian Ramadan? Bulan penuh keberkahan, maghfirah, dan kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah kini telah berlalu. Rasulullah ﷺ dan para sahabat pun merasakan kesedihan saat Ramadan pergi, hingga mereka berdoa selama enam bulan agar kembali dipertemukan dengan bulan mulia itu.

Namun, daripada meratapi kepergian Ramadan tanpa tindakan, lebih baik kita berandai-andai dengan niat yang baik: "Seandainya Allah memberikan umur panjang, aku akan mempersiapkan Ramadan berikutnya dengan lebih baik." Dengan begitu, kita tidak hanya meratapi perpisahan, tetapi juga mempersiapkan perjumpaan yang lebih berkualitas.

Jangan biarkan penyesalan atas apa yang telah berlalu menghambat langkah kita. Tetapi, gunakan harapan untuk menumbuhkan semangat baru. Ramadan boleh berlalu, tetapi amalan baik harus terus berlanjut.

Kultum Tarawih di Masjid An Nuur Sidowayah pada 29 Maret 2025, disampaikan oleh Ridwan Nur Rohmad Febriano, santri Ponpes Qoryatul Qur'an asal Sukoharjo, yang melaksanakan Iktikaf Ramadan 1446 H

Share This Article :
Wakhid Syamsudin

Berusaha menjadi orang bermanfaat pada sesama melalui tulisan. Saat ini mengelola blog Media An Nuur (www.media-annuur.com), Bicara Cara (www.bicaracara.my.id), dan blog pribadi (www.syamsa.my.id)

2907636960708278822